Sabtu, 19 Maret 2011

hot news

Berpacu Dengan Waktu, Jepang Terus Siram Air ke PLTN Fukushima  foto
Rita Uli Hutapea - detikNews


Berpacu Dengan Waktu, Jepang Terus Siram Air ke PLTN Fukushima
PLTN Fukushima (Reuters)


Tokyo - Upaya untuk mendinginkan reaktor nuklir di PLTN Fukushima, Jepang terus berlanjut. Kendaraan-kendaraan berperalatan khusus dari Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo hari ini melanjutkan operasi penyiraman air ke reaktor nomor 3 di PLTN Fukushima.

Berton-ton air telah digunakan untuk mendinginkan batang-batang bahan bakar nuklir di PLTN Fukushima, yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret lalu. Demikian seperti diberitakan media Jepang, NHK dan dilansir Press TV, Sabtu (19/3/2011).

Para teknisi, personel militer dan petugas penyelamat saat ini terus berupaya untuk mencegah terjadinya bencana nuklir di Fukushima. Operasi pendinginan reaktor nuklir ini oleh pengawas nuklir PBB alias Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dinyatakan sebagai upaya yang berpacu dengan waktu.

Sebelumnya pada Jumat, 18 Maret kemarin, enam truk pemadam kebakaran militer Jepang menyiramkan sekitar 50 ton air laut ke PLTN Fukushima. PLTN bermasalah itu terletak sekitar 250 kilometer timur laut Tokyo.

Gempa dahsyat berkekuatan 9 dan gelombang tsunami mematikan 8 hari lalu telah merusak sistem pendingin reaktor PLTN Fukushima. Akibatnya, beberapa ledakan dan kebakaran terjadi PLTN tersebut. Sejak itu, otoritas setempat berjuang keras untuk mendinginkan reaktor di PLTN Fukushima.

(ita/ita)

Senin, 14 Februari 2011



Bandung - Nama gerbong kereta Rahayu Neng Bawono mungkin terdengar asing. Terlebih lagi, tampilannya berbeda dengan kereta lainnya. Motif batik membalut kereta. Tapi jangan salah, Rahayu Neng Bawono hanyalah kereta Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta, yang disulap menjadi Kereta Batik dan tercatat di Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

Menurut Konseptor Kereta Batik dari FSRD ITB, Yosef Adiguna, kereta tersebut diberi nama kereta Rahayu Neng Bawono.

"Nama ini artinya sebagai doa keselamatan kereta, sehingga para penumpang kereta bisa mendapat pelayanan yang baik dan keselamatan," ujar Yosef.

Motif batik yang membalut kereta tersebut terdiri atas delapan jenis yang berasal dari campuran batik Jabar, Jateng dan Jatim. Di antaranya Mega Mendung, bunga, modifikasi wayang Bima, dan burung.

"Bentuk wayangnya kita sudah ubah sedikit. Burung sendiri melambangkan kedamaian, selendang melambangkan si kereta ini mempersatukan semua jenis masyarakat. Mengapa kita mengambil banyak motif flora juga, karena mencirikan Kota Bandung," ujar Yosef.

Kereta ini dikonsep oleh 5 orang mahasiswa FSRD ITB. Pengerjaan kereta batik ini kurang lebih sekitar 3 hari.

"Ini untuk yang pertama kalinya kami membuat desain untuk kereta api. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami," ungkap Yosef.

Pantauan detikbandung, kereta tersebut berwarna dasar putih. Tampak beberapa motif burung, kupu-kupu, bunga, menghiasi gerbong tersebut dengan berbagai macam warna cerah. Salah satu motif yang paling mencolok adalah motif Wayang Bima yang dimodifikasi.

Para pengunjung yang ada di Stasiun KA ini juga tak mau melewatkan untuk berfoto di depan kereta batik tersebut.